Sejarah Singkat: Dari Sunda Kelapa hingga Batavia
| Periode Waktu | Nama Wilayah | Peristiwa Kunci |
| Abad ke-14 | Sunda Kelapa | Pelabuhan utama Kerajaan Sunda dan pusat perdagangan maritim yang sangat penting. |
| 1527 | Jayakarta | Fatahillah, panglima dari Kerajaan Demak, merebut Sunda Kelapa dan mengganti namanya menjadi Jayakarta (kemenangan yang sempurna) sebagai simbol kejayaan Islam. |
| 1619 | Batavia | VOC (Kongsi Dagang Hindia Belanda) di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta dan mendirikan kota baru bernama Batavia. Kota ini dirancang dengan gaya Eropa, lengkap dengan benteng (Kasteel Batavia), tembok kota, dan kanal. |
| Abad ke-19 | Batavia Lama | Akibat wabah penyakit, pusat pemerintahan dan pemukiman dipindahkan ke selatan (Weltevreden/sekitar Lapangan Merdeka), membuat Batavia Lama (Kota Tua) mulai ditinggalkan. |
| 1972 – Sekarang | Kota Tua/Jakarta | Setelah Indonesia merdeka, nama Batavia diubah menjadi Jakarta. Pada tahun 1972, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan dekret untuk melindungi sisa-sisa bangunan dan arsitektur bersejarah di kawasan ini sebagai situs warisan. |
🗺️ Tempat Ikonik dan Bangunan Bersejarah
Pusat Kota Tua terletak di sekitar Taman Fatahillah, yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah yang kini beralih fungsi menjadi museum dan tempat publik:
1. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
- Keunikan: Merupakan ikon utama kawasan ini. Bangunan megah bergaya neo-klasik ini dulunya adalah Balai Kota Batavia (Stadhuis van Batavia) yang dibangun tahun 1707-1710.
- Fungsi Dulu: Kantor pusat pemerintahan, ruang pengadilan, dan memiliki penjara bawah tanah yang kini bisa dikunjungi.
- Koleksi: Menyimpan artefak arkeologi, mebel antik abad ke-17, dan replika peninggalan masa Kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran.
2. Museum Bank Indonesia (MBI)
- Keunikan: Menempati bekas gedung De Javasche Bank, bank sirkulasi pada masa Hindia Belanda (didirikan 1828). Arsitekturnya sangat megah dan terawat.
- Koleksi: Menyajikan sejarah sistem perbankan dan mata uang di Indonesia secara mendalam, dari masa kerajaan hingga modern.
3. Museum Wayang
- Keunikan: Bangunan ini memiliki sejarah panjang, bermula dari gereja tua Belanda (De Oude Hollandsche Kerk) tahun 1640.
- Koleksi: Menyimpan lebih dari 5.000 koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia (kulit, golek, klitik) dan wayang dari mancanegara.
4. Museum Seni Rupa dan Keramik
- Keunikan: Dahulu merupakan gedung Pengadilan Tinggi pada masa kolonial.
- Koleksi: Memamerkan karya seni rupa, seperti lukisan dari maestro Indonesia (Raden Saleh, Affandi), patung, dan koleksi keramik dari berbagai negara.
5. Toko Merah
- Keunikan: Salah satu bangunan tertua di Jakarta (dibangun 1730) dengan fasad berwarna merah mencolok. Sempat berfungsi sebagai rumah tinggal, akademi pelayaran, dan kantor dagang. Bangunan ini kini sering digunakan sebagai venue seni dan cafe bergaya kolonial.
6. Jembatan Kota Intan
- Keunikan: Salah satu jembatan tertua yang masih berfungsi di Indonesia (dibangun 1628). Jembatan gantung bergaya kolonial yang ikonik dan menjadi spot foto favorit.
🚴 Pengalaman Wisata di Kota Tua
Selain mengunjungi museum, pengalaman unik yang bisa Anda nikmati di Kota Tua antara lain:
- Bersepeda Ontel: Menyewa sepeda ontel (vintage) berwarna-warni di Taman Fatahillah dan berkeliling kawasan.
- Berfoto dengan Manusia Patung: Berinteraksi dan berfoto dengan seniman jalanan yang berdandan menyerupai tokoh-tokoh bersejarah atau karakter unik.
- Menjelajah Pelabuhan Sunda Kelapa: Berada sedikit di utara kawasan utama, Anda masih bisa menyaksikan kapal-kapal pinisi tradisional berlabuh, yang menjadi saksi bisu kejayaan maritim Nusantara.
Penelusuran jejak sejarah di Kota Tua Jakarta menawarkan perpaduan edukasi, arsitektur klasik, dan atmosfer masa lalu yang kental.